Connect with us

Financing

Long-term Loans – Pinjaman Jangka Panjang

Published

on

Following my previous post about company financing – pendanaan usaha and short term financing schemes – skema pendanaan jangka pendek now I am going to talk about long term loans and equity financing scheme for more alternative of financing schemes that you can choose.

Here are common long term loans scheme that available in the market:

Advertisement

 

[1]. Term Loans

Ini adalah model pinjaman yang paling sering dan banyak dipergunakan oleh perusahaan untuk maksud pendanaan jangka panjang. Biasamya scehem pinjaman jangka panjang ini dibutuhkan oleh perusahaan untuk maksud mendanai kegiatan ekspansi (perluasan usaha) apakah itu berupa extensifikasi atau intensifikasi.

Scheme ini memeliki tanggal jatuh tempo yang pasti, biasanya berkisar antara 5 hingga 7 tahun. Perusahaan (peminjam) akan mengembalikan pinjaman dengan cara mencivil setiap bulan baik itu pokok pinjaman maupun bunganya. Scheme pengembalian model ini (mencicil selama umur pinjaman) dikenal dengan istilah “loan amortization” (amortisasi pinjaman).

Pengembalian pokok dan dan pembayaran bunga setiap bulannya disebut dengan “debt service”. Amortisasi pinjaman bisa jadi lebih panjang dibandingkan tenggang pinjaman itu sendiri. Dengan pengaturan seperti ini, sisa pokok pinjaman akan jatuh tempo pada akhir periode tenggang pinjaman. Sisa pokok pinjaman ini dikenal dengan istilah “balloon payment”.

 

[2]. Bonds

Bonds (bon) memiliki characteristic yang menyerupai pinjaman pada umumnya, akan tetapi, sesungguhnya ada perbedaan yang mendasar, ada pun perbedaannya yaitu:

  1. A bond is a negotiable instrument that can be bought and sold like common stock (bond sifatnya bisa dinegosiasikan sekaligus bisa dipindah tangankan seperti layaknya sertifikat saham biasa).
  2. A bond is usually sold to the public through a public offering registered with the Securities and Exchange Commission (Bond dijual dengan menawarkannya kepada publik melalui badan sekuritas, seperti BAPPEPAM).

 

Bonds biasanya dijual dalam unit (di US biasanya $ 1,000/unit). Bond yang dijual senilai harga yang tercantum di certifikatnya, disebut dengan istilah “dijual pada nilai par”. Suku bunga bond disebut dengan istilah “coupon”. Setelah instrument sekuritas ini diterbitkan, hargnya bisa berfluktuasi sesuai dengan kondisi ekonomi, untuk itu harga bonds biasanya dipublikasikan setiap hari di media-media keuangan mengikuti fluktuasi yang terjadi (mengikuti harga terkininya).

 

[3]. Debentures

Debenture sesungguhnya adalah bond yang hanya menggunakan ‘‘the full faith and credit’’ sebagai jaminan dari perusahaan penerbit bonds. Penerbit debentures hanya mengggunakan “credit rating” sebagai jaminan. Bisa dikatakan ini tanpa agunan sama sekali. Tentu saja hanya perusahaan perusahaan kelas dunia yang sudah sangat dikenal credibilitasnya yang mampu menjual debentures. Siapapun yang berani membeli debentures, digolongkan sebagai “unsecured creditors.

 

[4]. Mortgage Bonds

Perbedaan “mortage bonds” dengan “debentures” hanya pada collateral, dimana sebuah mortage bond dijamin dengan suatu agunan real, sebagai perlindungan bagi pemegang (pembeli mortage bonds) jika si penerbit tidak mampu membayar pada saat jatuh tempo. So, pemegang mortage bonds diklasifikasikan sebagai secured lenders. Suku bunga mortage bond biasanya lebih rendah dibandingkan “debentures”.

 

[5]. Convertible Bonds

Convertible bonds tergolong jenis debenture yang paling menarik. Jika suatu perusahaan tidak memiliki rating credit yang mencukupi sehingga tidak qualified untuk suku bunga tertentu, maka perusahaan tersebut akan dilarang untuk menerbitkan bond.

Sangat mungkin pemegang bonds (investor) tidak pernah menerima suku bung ayang diharapkannya, dalam kondisi ini, dengan convertible bonds, pemegang bonds berhak untuk meng-convert (menukarkan) bond-nya dengan saham biasa si penerbit bonds.

Dengan model bond ini, di satu sisi perusahaan penerbit convertible bonds” dapat menikmati kredit dengan suku bunga yang tergolong rendah sehingga bisa melakukan ekspansi udaha, di sisi lainnya si pemegang (pembeli) bond dapat menikmati suku bunga bond atau dividend jika si pemgeng menukarkan bond-nya dengan common share (pada saat perusahaan meraih net earning yang tinggi). Peningkatan harga saham yang melampaui “predetermined threshold price” disebut dengan “strike price”. Harga “convertible bonds” biasanya dipublikasikan di media-media keuangan dengan symbol “CV”.

 

[6]. Senior Debt

Ini adalah model debentures lain yang memberikan perioritas bagi pemegangny auntuk memperoleh pembayaran bunga dan access pada asset si penerbit jika perusahaan penerbit mengalami kebangkrutan.

 

[7]. Subordinated Debt

Pemegang subordinate debt memiliki urutan perioritas kedua setelah senior debt. Sehingga si pemegang jenis debt ini, memikul resiko yang lebih tinggi, untuk itu subordinate debit memiliki suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan senior debt.

 

[8]. Junk Bonds

Tingkat perolehan creditdan sekuritas dari perusahaan public biasanya di ranking oleh berbagai agencies. Pada umumnya bond perusahaan yang memiliki grade (ranking) tiga atau empat besar disebut dengan “investment grade”. Bond model ini biasanya di rekomendasikan bagi invetasi untuk tujuan dana pension atau investor yang masih sangat konservatif.

Bonds yang tidak mencapai ranking tiga atau empat besar biasanya menawarkan suku bunga yang lebih tinggi sehingga mereka tergolong sebagai bond dengan ”high yield”. Ketika perolehan kredit perusahaan terus merosot, biasanya si penerbit bond akan terus manikkan suku bunga yang ditawarkan, so, yeild merekapun akan semakin tinggi, sehingga menimbulkan kondisi yang sesungguhnya ironis, dengan memikul tingkat resiko yang makin tinggi secara incremental. Ketika suatu bond mencapai yield yang sangat tinggi padahal di sisi lainnya memiliki status kwalitas yang rendah, bond seperti ini lah yang dikenal dengan istilah “Junk bonds”.

So, out of those wide long term loans available, which one is suit your company need?

3 Comments

3 Comments

  1. Heber

    Mar 17, 2009 at 3:57 am

    Bang Putra, tolong berikan sedikit pengetahuan tentang Swap dan Hedging, saya masih belum memahami bagaimana utang itu di swap atau di hedging. terima kasih atas bantuanya.

  2. andi

    Mar 17, 2009 at 4:00 am

    Bang bener nih, gua juga belum memahami pertanyaan pak Heber. boleh dong diterangkan. Thks bnget ya.

  3. shinta

    Apr 29, 2009 at 3:45 am

    Pak saya mau nanya…
    Berapa kecukupan nilai jaminan yang harus dimiliki oleh distributor, apabila kita memberikan kredit term selama 30 hari.
    Mana yang lebih aman untuk cash flow perusahaan, apakah nilai jaminannya 2 kali dari transaksi bulanan atau cukup dengan 1.5 kali dari trans bulanan?

    Mohon penjelasaannya, Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Are you looking for easy accounting tutorial? Established since 2007, Accounting-Financial-Tax.com hosts more than 1300 articles (still growing), and has helped millions accounting student, teacher, junior accountants and small business owners, worldwide.

Trending